Nindyasti Dilla Himaya

03 September 2009

Aku Menangis Tuk Bangsaku, Indonesia!

Sang waktu terus berjalan, tanpa menoleh ke belakang…
Tak terasa sudah 64 tahun bangsaku merdeka…
Kemerdekaan yang tak ternilai harganya…
Dibandingkan dengan apapun di bumi ini…

Terima kasih ku tuk para pahlawan bangsa…
yang telah mengorbankan segalanya demi negeri ini…

Walaupun aku hanya tau engkau dari buku - buku sejarah…
dari film - film dokumenter…
dari cerita kakek, nenek, orang tua ku…

Jiwa dan kebesaranmu…
ada di relung hatiku yang paling dalam…

Aku bangga akan kegigihan mu…
Aku salut akan kepintaran dan kecerdasanmu…
Aku merinding melihat semangatmu yang berkobar…
Aku pedih melihat penderitaanmu…
Aku menangis melihat pengorbanan jiwa ragamu…
Dan aku… gak tau mau bicara apa lagi…

Cita - citamu yang sungguh mulia…
Mengharapkan kemerdekaan tuk bangsa ini…
Tuk kehidupan di masa mendatang…
yang lebih baik…
Tanpa kungkungan tirani penjajah…

Sekarang bangsa ini sudah merdeka…
Gak ada lagi penjajahan…

Sudah saat nya lah aku ini…
sebagai generasi penerusmu…
wahai pahlawan kemerdekaan…

Aku harus berjuang…
membangun bangsa ini…
Mengisi bangsa ini dengan segala sesuatu…
yang bermanfaat dengan bangsa ini…

Tapi…
Aku tak sehebat engkau…
Aku tak setangguh engkau…
Aku tak setabah engkau…
wahai para pahwlawan bangsa…

Apa dayaku…
Aku hanya sesosok kecil di bangsa ini…
Sumbangsih ku tidaklah sebesar engkau…
Aku hanya bisa berjuang tuk kelompok kecil saja…

Aku hanya bisa menitipkan kepentingan negara ini…
kepada para pemimpin - pemimpin bangsa…
Di pundakmulah roda pembangunan ini berputar…

Terima kasihku tuk para pemimpin bangsa…
yang memiliki kekuatan…
menjalankan roda pembangunan…

Aku hanya bisa berdoa…
Aku hanya bisa melakukan apa yang aku bisa…
yang tidaklah besar sumbangsihku tuk bangsa ini…

Tapi…
Sudahkah bangsa ini merasakan arti kemerdekaan…
Kesejahteraan tuk seluruh rakyat…
Keadilan tuk seluruh rakyat…
Kemudahan tuk seluruh rakyat…
Dan segalanya tuk seluruh rakyat…

Tidak…

Walaupun aku hanya sesosok mahluk kecil…
Aku tak bodoh…
Aku bisa melihat…
Aku bisa mendengar…
Aku bisa merasakan…

Kemerdekaan belum bisa dirasakan seluruh rakyat…

Dimana engkau para pemimpin bangsa…
Dimana PANCASILA…
Dimana UUD…
Bangunlah…Muncullah…Lihatlah…Dengarlah…
Angkatlah martabat bangsa ini…

Aku menangis melihat nasib bangsa ini…
Aku bukanlah seorang yang nasionalis…
Aku hanya lahir di negeri ini…
Aku hanya besar di negeri ini…
Aku hanya berpijak di negeri ini…
Aku hanya akan musnah di negeri ini…

Aku hanya bisa menangis setahun sekali…
tuk bangsa ini…
di hari yang sama kemerdekaan dicetuskan…

Andaikan…
Aku punya kekuatan…
tuk merubah keadaan bangsa ini…
Pasti kan kulakuan…

Aku bukanlah seorang pujangga…
Aku hanya bisa menulis isi hatiku…
Aku hanya bisa berceloteh…
Dan aku hanya bisa menerima…

Sejelek - jeleknya negeri ini…
Seburuk - buruknya negeri ini…
Sehancur - hancurnya negeri ini…

Aku tetap cinta INDONESIA…
Bangsaku…Negeriku…Tanah Airku

0 Comments:

Post a Comment




Nindyasti Dilla Himaya

Hiragana

huruf hidup

yōon

a

i

u

e

o

(ya)

(yu)

(yo)

ka

ki

ku

ke

ko

きゃ kya

きゅ kyu

きょ kyo

sa

shi

su

se

so

しゃ sha

しゅ shu

しょ sho

ta

chi

tsu

te

to

ちゃ cha

ちゅ chu

ちょ cho

na

ni

nu

ne

no

にゃ nya

にゅ nyu

にょ nyo

ha

hi

fu

he

ho

ひゃ hya

ひゅ hyu

ひょ hyo

ma

mi

mu

me

mo

みゃ mya

みゅ myu

みょ myo

ya

yu

yo

ra

ri

ru

re

ro

りゃ rya

りゅ ryu

りょ ryo

wa

wi

we

wo

n

ga

gi

gu

ge

go

ぎゃ gya

ぎゅ gyu

ぎょ gyo

za

ji

zu

ze

zo

じゃ ja

じゅ ju

じょ jo

da

(ji)

(zu)

de

do

ぢゃ (ja)

ぢゅ (ju)

ぢょ (jo)

ba

bi

bu

be

bo

びゃ bya

びゅ byu

びょ byo

pa

pi

pu

pe

po

ぴゃ pya

ぴゅ pyu

ぴょ pyo